Home » Hidroponik » 8 langkah Budidaya Tomat Hidroponik dengan system irigasi tetes

8 langkah Budidaya Tomat Hidroponik dengan system irigasi tetes

Mar
26
2016
by : admin . Posted in : Hidroponik, Pertanian

8 langkah Budidaya Tomat Hidroponik dengan system irigasi tetes

 

Pada awal sampai pertengahan musim penghujan harga tomat sangat mahal sekitar Rp. 10.000,- tentunya harganya berbeda ya diberbagai daerah. Tetapi ketika musim kemarau biasanya harga tomat murah, bahkan murah sekali. Banyak kasus tanaman tomat sudah waktunya panen dibiarkan saja oleh pemiliknya karena harga tomat sangat murah. Pada waktu harga tomat murah, biaya panen tomat lebih mahal dari pada harga tomat itu sendiri. Apa kondisi itu sama dengan tomat hidroponik?, ternyata tidak. Tanaman tomat yang dibudidayakan secara hidroponik harga dipasaran stabil, karena dilindungi dengan kontrak kerjasama antara pedagang dan perantara/distributor. Penentuan harga inipun diambil harga yang tengah-tengah. Maka ketika harga tomat dipasaran murah, harga tomat hidroponik tetap stabil dan lebih mahal dibanding tomat dipasaran. Tetapi ketika harga tomat dipasaran lebih tinggi dari pada harga tomat hidroponik, maka kita tidak bisa meminta kenaikan harga, harga tersebut sudah tergolong mahal.

tomat hidroponik

Dalam tulisan ini akan saya sampaikan tentang cara budidaya tomat hidroponik mulai dari persiapan sampai panen tomat. Teknik ini saya dapatkan ketika saya mengikuti program Retooling bidang Agriculture Engineering di IPB dan magangkan di sebuah perusahaan hidroponik di daerah Jawa Barat yang sudah berhasil memproduksi paprika hidroponik, melon hidroponik, dan tomat hidroponik. Pada saat saya magang di perusahaan tersebut hanya focus pada 1 komoditi saja yaitu budidaya tanaman tomat hidroponik. Tomat hidroponik yang dibudidayakan terdiri dari 3 varietas saja yaitu tomat recento, marta dan cherry. Tulisan saya tentang tomat ini hanya untuk sharing saja, apabila kurang sempurna mohon dimaklumi dan dikembangkan lebih lanjut karena teknik yang saya ketahui ini sudah saya dapatkan pada tahan 2006 lalu.

Untuk memulai budidaya tomat hidroponik harus disediakan dulu greenhouse yang memadahi agar tanaman terlindung dari hujan dan HPT. Greenhouse ini adalah syarat mutlak bagi yang mau menjalankan usaha di bidang hidroponik. hanya saja bangunannya tentunya disesuaikan dengan budget atau dana yang ada. Bagi pengusaha yang cukup dana bisa membangun greenhouse permanen terbuat dari rangka besi denga atap palstik UV dan dinding shading net. Greenhouse ini juga bisa dibuat dengan kontruksi bambu dengan atap palstik UV dan dinding shading net. Beda kontruksi juga beda umurnya. Untuk greenhouse dari bamb maksimal bertahan sekitar 5 tahun, kalau kontruksi besi bisa lebih dari 10 tahun. Untuk greenhouse di daerah dataran rendah sirkulasi udara harus lebih diperhatikan, agar suhu udara dalam greenhouse tidak terlalu panas. Ini bisa menganggu perkembangan tanaman. Untuk uraian jelas tentang greenhouse dapat dilihat dalam tulisan lainnya dengan judul desain greenhouse.

  1. Pembuatan Media Arang Sekam

Langkah awal budidaya tomat hidroponik dimulai dengan membuat media tanam. Media yang digunakan untuk budidaya tomat hidroponik adalah media arang sekam. Langkah pembuatan media sebagai berikut:

a. Pembakaran Sekam

Budidaya tomat hidroponik menggunakan media arang sekam. Kalau membeli arang sekam tentunya harganya lebih mahal, karena sekam ini banyak dicari orang baik untuk pembakarann genteng dan batu bata maupun disublin untuk diambil asap cairnya. Untuk mengurangi biaya produksi tomat hiidroponik pembuatan arang sekam bisa kita usahakan sendiri dengan membakar sekam yang ada sampai menjadi arang sekam.

b. Sterilisasi

Arang sekam sebelum digunakan sebagai media penanaman harus disterilisasi dahulu. Sterilisasinya menggunakan larutan kimia anti mikroba. Caranya arang sekam dikeluarkan dari karung kemudian ditumpuk dan disiram dengan campuran larutan sampai basah dan jenuh.

c. Pengisian Media dalam Polibag

Untuk polibag produksi digunakan polibag warna putih susu atau polybag warna hitam dengan ukuran 35 cm x 40 cm. Proses pengisiannya ¼ bagian polibag dilipat kemudian diisi dengan media arang sekam sampai penuh dan dipadatkan secukupnya. Pengisian media ke polybag diusahakan 1 minggu sebelum tanam. Untuk polibag persemaian digunakan polibag warna putih bening dengan ukuran 7 cm x 10 cm, Polibag diisi dengan menggunakan media arang sekam sampai ketingian 8 cm saja kemudian disusun dalam rak persemaian.

d. Persemaian

Benih tomat yang akan disemai terlebih dahulu harus diseleksi, biji yang jelek dibuang dan yang sehat ditanam. Untuk memperoleh hasil bibit yang bagus dilakukan perlakuan khusus dengan cara merendam dalam larutan air hangat yang ditambah dengan ZPT dan Fungisida selama 24 jam. Sebenarnya tanpa diberi perlakuan khusus tersebut bibit yang dihasilkan juga bagus dan sehat, tetapi ini untuk menjaga kualitas bibit. Sehari sebelum dilakukan persemaian polibag disiram terlebih dahulu dengan menggunakan embrat (gembor) sampai jenuh.

Benih tomat ditanam dengan kedalaman 0,5 – 1 cm kemudian disiram sampai jenuh, setelah itu ditutup dengan lembaran Koran. Pada umur 5 hari benih telah tumbuh dan koran penutup bisa dibuka. Benih yang telah tumbuh dilakukan pemeliharaan dengan cara penyiraman, pencabutan gulma, pemberian pupuk daun, pemberantantasan HPT. Pada umur 15 hari bibit siap pindah tanam.

  1. Persiapan Penanaman

Sebelum penanaman tomat dalam polybag perlu dilakukan persiapan-persiapan terlebih dahulu. Persiapan yang dilakukan meliputi: Persiapan jaringan/pipa nutrisi hidroponik, Penataan polybag, dan sterilisasi greenhouse.

a. Persiapan jaringan irigasi

Sebelum digunakan untuk irigasi pada tanam berikutnya pipa lateral dan pipa manifold dibersihkan dengan cara mengalirkan air bersih. Pipa spageti dibersihkan dengan cara memasukkan kawat kedalam pipa untuk menghilangkan kristal garam yang menempel. Untuk membersihkan emiter dilakukan perendaman dengan menggunakan larutan kimia tertentu yang bisa menghilangkan garam-garam yang menempel.

b. Penataan Polibag

Polibag produksi yang telah diisi dengan media diangkut ke Greenhouse kemudian ditata dengan jarak tanam 50 cm, polibag ini diletakkan ditengah-tengah bedengan. Sehari sebelum dilakukan penanaman, polibag produksi disiram dengan air secukupnya supaya lembab dan mempermudah proses penanaman.

c. Sterilisasi Greenhouse

Seminggu sebelum tanam tomat, greenhouse disemprot dengan menggunakan larutan fungisida, bakterisida atau insektisida sesuai dengan kebutuhannya.

  1. Penanaman

Bibit tomat dimasukkan kedalam Greenhouse dan dibagi pada tiap polybag masing-masing polybag diberi 2 bibit untuk bedeng tengah dan satu bibit per polibag untuk bedeng pinggir. Kemudian dibuat lubang tanam sebesar polibag persemaian dengan menggunakan tangan, bibit dibalik dan dikeluarkan dari polibag kemudian dimasukkan kedalam lubang tanam lalu dipadatkan. Penanaman harus hati-hati jangan sampai akar patah. Setelah ditanam kemudian disiram dengan air secukupnya kira-kira 500 ml per polybag, kira-kira sama lah dengan satu gayung.

  1. Pemberian Nutrisi

System pemberian nutrisi untuk budidaya tomat hidroponik yang paling cocok adalah dengan cara irigasi tetes (drip irrigation system). Sistem irigasi tetes ini menggunakan tenaga pompa sebesar 3 PK. Cara kerjanya nutrisi dicampur dengan air bersih dalam tabung nutrisi kemudian disedot dan didistribusikan dengan pompa melalui pipa-pipa penyalur ke tanaman.

Larutan nutrisi yang digunakan adalah campuran dari stok A dan Stok B yang dibuat dari pencampuran 16 unsur hara esensial. Komposisi unsur kimia nutrisi untuk tanaman tomat akan diuraikan pada artikel tersendiri tentang nutrisi hidroponik. Pemberian nutrisi dilakukan 2-4 kali sehari. Volume nutrisi untuk fase vegetatif dan generative sangat berbeda. Nutrisi untuk tomat hidroponik fase vegetative harus disesuaikan dengan umur tanaman.

 

  1. Pemeliharaan Tanaman

a. Pemasangan Ajir

Pemasangan ajir pada tanaman dilakukan pada saat tanam berumur 15 hari setelah tanam. Pemasangan ajir ini dilakukan dengan cara pemasangan tali secara simpul yang mudah untuk dilepas. Pemasangan ajir pertama disertai dengan pemangkasan daun pertama dan 2 daun kotiledon serta pemangkasan tunas air.

b. Penurunan Tanaman

Tanaman yang tingginya sudah melebihi ± 2 meter diturunkan dengan cara menaikkan tali ajir ke batang yang lebih tinggi dan batang yang sudah tidak ada buahnya direbahkan dilantai.

c. Pindah Ajir

Tanaman yang sudah sejajar tegak lurus dengan ajir segera dilakukan pindah ajir ke ajir yang ada disebelahnya. Pindah ajir dan penurunan tanaman biasanya dilakukan 5 hari sekali.

d. Pewiwilan

Pewiwilan atau wiwil adalah kegiatan pemangkasan tunas air yang biasanya tumbuh diketiak daun. Wiwil dilakukan dengan cara memotes atau mematahkan batang tunas air dengan tangan.

e. Seleksi

Kegiatan seleksi ini dilakukan bersamaan dengan wiwil, penurunan tanaman dan pemindahan ajir. Seleksi buah tomat dilakukan dengan cara pemilihan bakal buah yang paling baik sebanyak 2-4 buah per tandan untuk Recento dan Marta. Sedangkan bakal buah tomat Cherry dipelihara semua.

f. Pemangkasan Daun

Pemangkasan daun dilakukan pada daun yang sudah tidak produktif lagi yaitu daun yang berada dibawah buah dan daun yang kering atau terserang HPT. Untuk daun dibawah buah terbawah disisahkan 1 daun saja semuanya bisa dipangkas habis. Pemangkasan daun ini dilakukan bersamaan dengan pemangkasan tandan buah yang buahnya sudah dipanen.

g. Pembersihan

Setelah kegiatan pemangkasan daun, pewiwilan dan seleksi, maka sampah berupa daun, tunas air, buah dan bunga segera dibersihkan dari areal greenhouse dan dibuang ke tempat sampah.

h. Penyemprotan Pupuk Daun dan ZPT

Penyemprotan pupuk daun dan ZPT yang digunakan berbentuk cair. Aplikasi pupuk daun dan ZPT dilakukan 2 minggu sekali secara bergiliran tiap minggu dan bersamaan dengan pemberantasan HPT.

i. Pengendaliana Hama dan Penyakit

Pengendalian HPT dilakukan seminggu sekali bersamaan dengan pemberian pupuk daun dan ZPT. Hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman tomat adalah fusarium, embun tepung, tungau merah dan kupu-kupu putih (white fly). Dosis yang digunakan untuk pemberantasan HPT adalah setengah dari dosis yang dianjurkan.

 

  1. Panen

Tomat Recento dan Marta dapat dipanen pada saat tanaman berumur 70-75 HST, sedangkan tomat Cherry dapat dipanen pada umur 60-65 HST. Tomat yang diproduksi di greenhouse dapat berproduksi terus sampai 6 bulan sejak panen pertama bahkan bisa sampai 8 bulan tetapi bentuk buah sudah berubah.

Buah tomat dipanen pada saat tomat berwarna semburat merah – merah, tetapi itupun tergantung dari permintaan, kadang ada produsen yang menginginkan tomat cherry dipanen pada saat masih berwarna hijau tua. Panen tomat ini dilakukan dengan cara memetik buah tomat beserta dengan cupaknya (tangkainya). Panen dilakukan seminggu tiga kali, pada hari selasa, kamis dan sabtu, tetapi itupun bisa berubah tergantung permintaan produsen.

  1. Pasca Panen

a. Pembersihan

Tomat yang sudah dipanen dibawah ke dalam ruangan yang teduh kemudian dibersihkan permukaanya dengan menggunakan lap kain basah

b. Sortasi

Setelah buah bersih kemudian di sortasi berdasarkan berat, bentuk dan keadaan tomat. Untuk masing-masing jenis tomat disortasi berdasarkan standar mutu/kualitas. Tomat Recento disortasi berdasarkan grade A, B, C, Tomat Marta disortasi berdasarkan grade A,B, sedangkan Tomat Cherry hanya 1 grade saja.

c. Pengemasan

Tomat yang telah selesai dibersihkan dan disortasi dimasukkan dalam keranjang atau container. Untuk tomat Recento disusun secara vertical dan berlawanan, tomat Marta disusun secara horizontal dan sejajar sedangkan tomat Cherry disusun curah.

  1. Penanganan Pasca Produksi

Tanaman tomat yang sudah tidak dapat menghasilkan produksi maksimal segera di bongkar untuk diganti dengan tanaman yang baru. Setelah bongkar kemudian ruangan disemprot dengan pestisida dosis tinggi untuk mematikan HPT sehingga tidak pindah ke tanaman yang masih berproduksi. Selanjutnya batang tanaman dibuang ke luar Greenhouse dan dibakar.

Media sisa produksi bisa digunakan sebagai media produksi periode tanam selanjutnya. Tetapi media bekas ini hanya dapat digunakan sebagai media tanam untuk tomat Marta dan Cherry. Untuk tomat Recento harus menggunakan media yang baru. Adapun penggunaan media bekas ini hanya sampai 2 kali pemakaian setelah itu bisa dijual ke petani tanaman hias.

Sebelum media bekas digunakan untuk media produksi harus disterilisasi dahulu. Media bekas bongkaran di tumpuk dilantai, sisa akar buang kemudian disiram dengan larutan fungisida dan bakterisida.

                                                  

Leave a Reply

Kartono Net
Sugihwaras - Kalitengah - Lamongan Jawa Timur (62255)
Phone 082131369461
Copyright © 2016