Home » Hidroponik » Cara Budidaya Bunga Krisan Pot

Cara Budidaya Bunga Krisan Pot

Apr
11
2016
by : admin . Posted in : Hidroponik, Pertanian

Cara Budidaya Bunga Krisan Pot

 Bunga krisan tidak hanya dibudidayakan sebagai bunga potong saja, tetapi bisa dikembangkan juga sebagai bunga krisan pot. Budidaya bunga krisan dalam pot ini mempunya kelebihan dibandingkan dengan bunga krisan potong. Diantaranya umur simpan bunga lebih awet karena kondisinya masih hidup, asalkan kita rajin merawatnya. Yang menjadi kendala biasanya kalau dibawah ke dataran rendah dengan suhu udara yang panas pertumbuhan tanaman krisan tidak bagus bahkan akan mengalami kematian yang tragis. Sebenarnya ada trik khusus agar bunga krisan tetap berbunga walaupun didataran rendah, sebagai bocoran saja ya usahakan tetap ternaungi dengan intensitas cahaya yang berkurang seperti dengan meletakkan dalam greenhouse mini dengan atap paranet diatasnya.

cara budidaya krisan pot

Budidaya bunga krisan pot dengan cara stek pucuk yang berasal dari tanaman induk (mother plant). Stek pucuk ini kemudian diakarkan terlebih dahulu dalam proses pembibitan bunga krisan sehingga terbentuk stek pucuk berakar (rooted cutting) yang kemudian dibudidayakan menjadi bunga krisan pot. Tahapan-tahapan budidaya bunga krisan pot adalah: persiapan media tanam, penanaman bibit, pemeliharaan, pewiwilan, aplikasi alar, fertigasi, panen dan pascapanen.

 Persiapan Media Tanam

Media yang digunakan dalam penanaman krisan pot  adalah tanah gambut (peat moss), cacahan sabut kelapa (coco peat), dan arang sekam dengan perbandingan 1:1:4. Media tersebut merupakan media bekas persemaian benih setelah 3 kali tanam dan telah disterilisasi terlebih dahulu pada suhu 850C selama 4 jam menggunakan steamer. Media dimasukkan ke dalam pot hingga penuh kemudian disiram menggunakan air hingga jenuh lalu dilubangi sebanyak lima buah dengan menggunakan tugal sedalam 10 cm. Tinggi pot adalah 15 cm dengan diameter 13 cm. Semua kegiatan tersebut dilakukan secara manual

Penanaman Bibit

Bibit krisan yang akan ditanam ke dalam pot diambil dari ruang pendingin sesuai dengan varietasnya. Sebelum penanaman, bibit terlebih dahulu diseleksi dan dipilih berdasarkan tinggi yang sama. Penandaan varietas dilakukan dengan memberi jarak antara kumpulan pot varietas tertentu dengan varietas lainnya. Penanaman dilakukan pada pagi hari agar bibit tidak stres akibat panas.

Penanaman bibit krisan dilakukan secara manual, yaitu dengan tangan. Bibit yang dimasukkan ke dalam lubang diusahakan tegak lurus dan mempunyai tinggi yang sama karena akan mempengaruhi sifat tumbuhnya. Pengkabutan dilakukan segera setelah penanaman selesai dilakukan dengan menggunakan power sprayer selama kurang lebih 30 menit.

Pemeliharaan Krisan Pot

 Perlakuan Hari Panjang (Long Day Period)

Merupakan perlakuan fase vegetatif yang dilakukan selama 4 hari mulai dari kegiatan penanaman ke dalam pot yang meliputi: penyiraman, penerangan dengan lampu 100 watt, dan pembuangan pucuk (topping). Penyiraman sangat dipengaruhi oleh keadaan musim. Apabila musim kemarau, penyiraman dapat dilakukan setiap hari sedangkan pada musim hujan, penyiraman dilakukan dengan melihat kondisi tanaman. Penyiraman dilakukan menggunakan slang yang digerakkan secara manual menggunakan tangan.       

Ruangan penanaman bibit krisan dilengkapi dengan instalasi listrik untuk pencahayaan. Sistem pencahayaan dilakukan dengan metode cyclic lightning, yaitu lahan dibagai menjadi tiga blok dengan masing-masing luas blok adalah 224 m2. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk menghemat biaya listrik dan mencegah terjadinya gangguan pada metabolisme tumbuhan akibat penyinaran yang terus menerus. Pencahayaan dilakukan mulai pukul 20.00 sampai pukul 03.00. Masing-masing blok mendapat 20 menit penyinaran dalam satu jam.

Pembuangan pucuk (topping) dilakukan pada hari ke-4 setelah tanam (tanaman sudah bisa beradaptasi dan mulai tumbuh). Pembuangan pucuk dilakukan secara manual menggunakan jari-jari tangan.

Pada hari ke-5, krisan pot dipindahkan ke dalam lahan produksi, yaitu green house yang telah dilengkapi dengan bench berukuran 4m x 1.2m yang beralaskan mulsa plastik berwarna putih (1 bench terdiri dari 70 pot). Dalam green house ini tanaman krisan tidak lagi diberi tambahan cahaya, sehingga tanaman mulai masuk dalam fase generatif dan fase pembungaan.

 

Pewiwilan (Disbudding)

Krisan akan mengeluarkan kuncup bunga setelah 8-9 minggu masa tanam tergantung pada varietasnya. Untuk menyeragamkan bunga yang akan tumbuh maka dilakukan pewiwilan (disbudding). Pewiwilan (disbudding) dilakukan dengan cara membuang kuncup bunga yang tidak diharapkan sehingga terbentuk bunga yang  sesuai dengan standar perusahaan yaitu tipe standard dan spray. Krisan tipe standard hanya memiliki satu kuntum bunga dalam setiap batang tanaman, sehingga pewiwilan dilakukan dengan membuang seluruh kuncup bunga lateral dan menyisakan satu kuncup bunga utama, sedangkan untuk tipe spray, satu batang tanaman terdiri dari 4 kuntum bunga sehingga pewiwilan dilakukan dengan membuang bunga utama dan menyisakan 4 kuncup bunga lateral. Pewiwilan dilakukan sebanyak 2 kali, setelah 6-7 minggu dari masa tanam dan pewiwilan kedua dilakukan satu minggu setelahnya.

                                            

Aplikasi Alar

Aplikasi alar dimaksudkan sebagai zat pengatur tumbuh dengan bahan aktif daminozide. Alar diberikan setelah tanaman berumur 12-14 hari setelah tanam. Zat ini berfungsi untuk memperkuat batang, mencegah penyimpangan, dan memperbaiki kualitas (daun lebih hijau dan bunga lebih seragam). Penyemprotan dilakukan menggunakan sprayer otomatis (Compressed Air Sprayer). Dosis yang diberikan sebanyak 1 gr/liter untuk varietas yang pertumbuhannya cepat, 2 gr/liter untuk tanaman yang pertumbuhannya sedang dan 3 gr/liter untuk tanaman yang pertumbuhannya lambat. Dosis tersebut diaplikasikan untuk 1 bench (70 pot). Adapun prosedur pemberiannya adalah sebagai berikut: penyemprotan hanya dilakukan pada bagian pucuk, semprotan harus cukup halus dan merata sehingga formula mudah diserap daun, tidak dilakukan pada cuaca panas maupun lembab, dan tidak diberikan pada kuncup bunga yang sudah mengalami fase pemunculan warna.

Fertigasi

Sistim fertigasi yang digunakan adalah Sistem Ebb and Flow dimana komponen-komponennya terdiri dari tangki air, pompa, tangki nutrisi, saringan pasir, saringan piring, pipa inlet utama, pipa inlet lateral, pipa outlet lateral dan bench. Pipa-pipa tersebut merupakan pipa jenis PVC. Jaringan fertigasi ini dirancang secara permanen, pipa utama dipasang di bawah permukaan tanah, pipa lateral dan bench di atas lantai green house. Komponen-komponen fertigasi adalah sebagai berikut:

  • Pompa pada tangki penampungan, yang berfungsi untuk mengendalikan air dari bench yang telah tersaring menuju ke tangki pusat
  • Pompa pada tangki nutrisi, yang berfungsi untuk mendorong air guna penyiraman krisan pot
  • Saringan piring (disc filter), yang berfungsi sebagai penyaring kotoran-kotoran.

Sistem irigasi yang diterapkan dengan cara Ebb and Flow Irrigation. Sistem ini merupakan sistem penyiraman dengan cara penggenangan dan pengaliran. Pengisian dari pusat tangki nutrisi ke lahan memakan waktu 10 menit. Air nutrisi akan menggenangi bench selama 15 menit dengan ketinggian air 4-5 cm setelah itu dikeluarkan melalui pipa-pipa outlet lateral dan dialirkan kembali menuju tangki penampungan. Penggenangan tanaman sangat tergantung kepada cuaca. Apabila cuaca panas, penggenangan dilakukan dua kali sehari untuk tanaman krisan yang sudah dewasa (berumur lebih dari 3 minggu) dan 3 kali sehari untuk tanaman yang masih muda/awal tanam. Bila musim penghujan, penggenangan dilakukan apabila diperlukan dengan melihat kondisi tanaman.

Jumlah total nutrisi yang digunakan setiap hari adalah 6000 liter dengan perbandingan nutrisi terhadap air sama dengan 1:3. Larutan nutrisi dibagi menjadi larutan A dan B karena sifat pupuk yang berbeda

Panen, Pascapanen dan Pemasaran Krisan Pot

Umur tanaman krisan yang siap dipanen antara 8-12 minggu setelah tanam tergantung varietas dan keadaan musim, pada musim kemarau tanaman lebih cepat dipanen, yakni antara 8-11 minggu, sebaliknya jika musim hujan pemanenan baru dapat dilakukan hingga tanaman berumur 12 minggu.

Krisan pot yang sudah mulai berbunga akan dipindahkan ke dalam demplot (demontration plot) menggunakan mobil box dan dapat langsung dijual kepada pembeli dengan harga yang sama untuk semua varietas. Untuk memenuhi permintaan atau pesanan pelanggan di luar daerah, krisan pot dikemas terlebih dahulu dengan plastik sebelum dimasukkan ke dalam kardus dimana satu kardus berisi 24 pot. Pelanggan yang paling banya berasal dari wilayah pulau Sumatra dan Jawa.

 

Leave a Reply

Kartono Net
Sugihwaras - Kalitengah - Lamongan Jawa Timur (62255)
Phone 082131369461
Copyright © 2016