Home » Hidroponik » Cara Budidaya Mother Plant Bunga Krisan

Cara Budidaya Mother Plant Bunga Krisan

Sep
08
2017
by : admin . Posted in : Hidroponik, Pertanian

Cara Budidaya Mother Plant Bunga Krisan

Bunga krisan merupakan bunga yang mempunyai aneka warna yang menarik, siapapun yang melihatnya akan terkagum akan keindahannya. Tetapi bagaimana ya cara budidaya bunga krisan ini. Ternyata untuk memulai budidaya bunga krisan diperlukan tanaman induk bunga krisan yang akan diambil stek pucuknya. Setelah itu baru dikembangkan pembibitan bunga krisan untuk budidaya secara besar-besaran. Stek pucuk calon Mother Plant pertama kali diimpor dari Belanda. Stek pucuk yang diimport berupa stek pucuk tanpa akar sehingga sebelum dijadikan Mother Plant, stek ini terlebih dahulu diakarkan. Untuk budidaya mother plant dan budidaya tanaman krisan tidak bisa dilakukan disembarang tempat loh. Budidaya krisan dilakukan dengan cara modern yang dilakukan didalam greenhouse dengan menggunakan nutrisi hidroponik. Budidaya bunga krisan dalam greenhouse akan didapatkan hasil yang maksimal sesuai dengan standart mutu yang diinginkan konsumen. Cara budidaya mother plant bunga krisan dilakukan dengan tahapan: persiapan lahan, penanaman bibit mother plant, pemeliharaan, panen dan pasca panen. Untuk selanjutnya akan kami jelaskan lebih lanjut tentang proses budidaya mother plant bunga krisan dibawah ini.

 Cara Budidaya Mother Plant Bunga Krisan

Persiapan Lahan

Persiapan lahan pada tanaman induk krisan (potong dan pot) diawali dengan pengolahan tanah dengan menggunakan hand traktor dengan daya 7 hp dengan kedalaman lapisan olah mencapai 30 cm. Setelah itu lahan disterilisasi dengan basamid dengan dosis 40-50 gr/m2 kemudian ditutup dengan mulsa plastik hitam untuk menghindari penguapan dan racun cepat bekerja secara maksimal dan penutupan ini dilakukan selama 7 – 10 hari.Setelah mulsa dibuka, diberikan pupuk dasar SP36 dengan dosis 150 gr/m2 dan MgSO4 dengan dosis 80 gr/m2, lalu tanah diolah kembali untuk 3 hari sebelum penanaman.Setelah tanah dibajak kemudian membuat bedengan dengan panjang 30 m dan lebar 120 cm jarak antara bedengan 50 cm.

 

Penanaman Bibit Mother Plant

Sebelum ditanam stek asal impor perlu diberi rooton F (zat perangsang akar), setelah itu diakarkan terlebih dahulu di ruang pembibitan (Propagation Area) selama 12 -14 hari. Sebelum melakukan penanaman sebaiknya lahan harus disiram dan diberi label yang berisi tanggal penanaman, varietas, lokasi penanaman dan tanggal panen.

Sebelum melakukan penanaman sebaiknya dipasang semua alat penunjang diantaranya kawat net, alat irigasi dan pemasangan instalasi lampu. Sistem irigasi yang diterapkan dalam budidaya mother plant yaitu dengan irigasi atas/pengkabutan dan irigasi bawah/membran dengan menggunakan viaflow, yakni selang membran berwarna putih sehingga air keluar dari pori-pori membran, irigasi ini dipasang di atas bedengan dengan panjang 30 m dan dalam setiap satu bedeng dipasang 5 jalur.

Cara penanaman yaitu bibit dipegang dengan tangan kiri sedangkan tangan kanan membuat lubang tanam, yang perlu diperhatikan adalah akar bibit jangan sampai keluar dari permukaan tanah dan tanaman dalam keadaan tegak lurus sehingga saat penyiraman tanaman tidak rebah. Waktu yang baik untuk penanaman adalah pada pagi hari agar tanaman tidak layu, setelah penanaman selesai maka lahan disiram dengan menggunakan irigasi pengkabutan selama 10 menit.

Pemeliharaan

Pemeliharaan pada tanaman induk meliputi penyiraman (irigasi), pemberian nutrisi, pencahayaan, pemangkasan serta pengendalian hama dan penyakit. Penyiraman menggunakan sistem pengkabutan dengan menggunakan air biasa hingga tanaman berumur 6 hari,pengkabutan dilakukan sebanyak 1-6 kali sehari tergantung umur tanaman pengkabutan ini dilakukan selama 20 menit.

Untuk pemberian nutrisi pada tanaman induk dilakukan saat tanaman berumur 1 minggu, nutrisi ini diberikan melalui irigasi membran dengan jumlah 10 liter/m2. Pembuatan larutan nutrisi diawali dengan membuat larutan stok A dan stok B. Cara pembuatan larutan stok A adalah dengan melarutkan bahan stok A ke dalam air sebanyak 90 liter dan melarutkan bahan stok B dalam 90 liter air, selanjutnya membuat larutan nutrisi dengan cara mengambil 10 liter larutan stok A + stok B dan ditambah 3.000 liter air yang dimasukkan dalam tangki nutrisi.

Tanaman krisan merupakan tanaman hari pendek (short day plant) yang artinya perkembangan bunga akan terjadi bila panjang hari kurang dari 12 jam, oleh karena itu perlu adanya cahaya tambahan. Penambahan cahaya pada tanaman krisan di Mother Plant setiap malamnya ± 4 jam/malam yang dilakukan dari pukul 20:00-02:00 sistem yang digunakan 20 menit mati dan 10 menit hidup. Intensitas cahaya yang diberikan sebesar 75-100 lux, penyinaran dengan menggunakan lampu pijar yang berdaya 100 watt/buah, jarak lampu ke tanaman 2,75 m sedangkan jarak lampu ke lampu 2 m. Penambahan cahaya bertujuan agar bakal stek pucuk tidak mengalami inisiasi bunga.

Setelah tanaman berumur satu minggu maka dilakukan topping dengan cara memotong pucuk dengan menggunakan tangan yang telah disterilisasi yang bertujuan agar tanaman menghasilkan tunas baru dalam jumlah yang banyak sehingga nantinya akan menghasilkan stek pucuk yang banyak.

Pengendalian hama dapat dilihat dari pengamatan yang dilakukan satu minggu sekali dengan menggunakan perangkap hama yang telah dilapisi bahan perekat agar hama menempel pada perangkap tersebut, penyemprotan dengan pestisida dilakukan 2-3 kali seminggu tergantung banyaknya hama yang menyerang. Selain itu hama atau penyakit yang menyerang tanaman krisan berubah-ubah setiap waktu sesuai dengan perubahan musim sehingga pengendalian juga mengikuti pola perubahan musim yang terjadi. Beberapa hama atau penyakit yang banyak merusak tanaman krisan yaitu Leaf Miner, Thrips, Aphids dan ulat.

 

Panen dan Pasca Panen

Pemanenan bunga krisan di Mother Plant dilakukan setelah tanaman berumur 4-5 minggu setelah tanam. Pemanenan stek pucuk ini biasa disebut Cutting. Pisau cutting terbuat dari stainless steel. Cara pemanenannya dilakukan dengan cara memotong pucuk tanaman (cutting) dengan alat semacam pisau panen yang telah disterilkan dengan alkohol. Panjang cutting berkisar antara 6 cm untuk kualitas lokal dan 5,5 cm untuk kulitas ekspor. Kriteria bunga krisan yang siap dicutting yaitu sehat, adanya tiga daun yang mekar dan satu daun yang kuncup (setengah mekar). Pemanenan MP dilakukan tiga hari sekali dan kondisional sesuai dengan pesanan. Masa produksi MP ini adalah 13 minggu untuk kualitas ekspor dan 15 minggu untuk kualitas lokal.

Stek hasil panen dimasukkan ke dalam kantong plastik yang berlubang dan setiap kantong plastik berisi 52 stek pucuk krisan. Penanganan hasil panen tidak diperbolehkan lebih dari 30 menit karena bila lebih dikhawatirkan tanaman akan stres, hasil panen disortir dan dimasukkan kedalam kantong plastik dan disimpan di ruang pendingin (Cool Room) yang suhunya 3-4 oC. Penyimpanan di ruang pendingin ini maksimal selama 2 minggu. Stek pucuk sebelum dijual disortir terlebih dahulu diruang yang disediakan. Tujuan dari penyortiran yaitu agar stek yang dikirim benar-benar bebas hama dan penyakit serta besar kecilnya sama.

Stek pucuk mother plant selanjutnya dipasarkan untuk dikembangkan menjadi bibit tanaman krisan yang selanjutnya bisa diibudidayakan menjadi bunga krisan potong atau bunga krisan pot. Selamat mencoba!!!.

 

Leave a Reply

Kartono Net
Sugihwaras - Kalitengah - Lamongan Jawa Timur (62255)
Phone 082131369461
Copyright © 2016