Home » Hidroponik » cara budidaya sayuran hidroponik dengan mudah

cara budidaya sayuran hidroponik dengan mudah

Mar
26
2016
by : admin . Posted in : Hidroponik, Pertanian

Cara Budidaya Sayuran Hidroponik dengan Mudah

 

Sayuran hidroponik sudah banyak yang dipajang di supermarket dan hipermarket. Dalam hitungan beberapa menit sudah diserbu oleh pembeli. sayuran hidroponik sangat disukai oleh konsumen karena lebih renyah bila dibandingkan dengan sayuran yang dibudidayakan di tanah. Sayuran yang paling banyak diminati oleh ibu-ibu rumah tangga dan paling mudah cara budidayanya adalah tanaman kangkung, sawi dan bayam. untuk Budidaya Kangkung dan Bayam secara hidroponik dapat dilakukan dengan menggunakan kombinasi dari tiga system yaitu system aeroponik, system NFT (nutrient film technique) dan system substrat. Ketiga system ini dikombinasi untuk menghasilkan produk yang terbaik.

System aeroponik

System aeroponik yaitu system dimana larutan nutrisi hidroponik berupa kabut dipancarkan langsung ke akar tanaman yang menggantung di udara. Dalam system ini diperlukan alat penyemprot yang langsung bisa membasahi akar tanaman. Akar tidak langsung menyentuh cairan yang tetap atau mengalir, hanya tergantung pada semprotan nutrisi.

Sistem NFT (Nutrient Film Technique)

Pada system NFT ini Larutan nutrisi hidroponik sangat tipis dialirkan ke akar tanaman yang diletakkan pada sejenis talang air. Posisi talang antara ujung satu dengan satunya berbeda ketinggiannya agar nutrisi bisa mengalir ke salah satu sisinya. Sudut kemiringannya jangan dibuat terlalu ekstrem, hanya sekitar 5o saja.

Sistem Substrat

Pada system substrat ini menggunakan media tumbuh berupa kerikil untuk menopang perakaran dan menyimpan larutan nutrisi yang dialirkan melalui selang-selang jaringan irigasi mikro dari tanki larutan ke daerah perakaran. Sudut kemiringan juga diatur sedemikian rupa sehingga terjadi aliran lambat dalam system substrat ini.

 sayuran hidroponik

Dalam proses budidaya kangkung dan bayam hidroponik ini, terdapat 7 tahapan proses produksi yang harus dilaksanakan tahap demi tahap agar hasilnya bisa maksimal. Adapun 7 tahapan tersebut adalah:

  1. Pembibitan

Proses pembibitan kangkung dan bayam menggunakan kombinasi sistem substrat dan NFT dengan menggunakan media tanam berupa kerikil.

  1. Persiapan Tempat Tanam

Untuk budidaya kangkung dan bayam tempat tanamnya disiapkan dahulu, yaitu berupa bedengan dengan ukuran 2 x 8 m dengan 16 buah Styrofoam. Pada masing-masing Styrofoam terdapat 81 lubang tanam. Berarti terdapat 1.298 lubang tanam.

  1. Penanaman dan Penyulaman

Proses penanaman dilakukan setelah bibit berumur 12-15 hari untuk tanaman kangkung dan 12-17 hari untuk tanaman bayam hijau. Sebelum ditanam bibit yang diambil dari areal pembibitan dibalut dengan rockwool lalu dimasukkan ke dalam wadah jelly. Setelah beberapa hari apabila kondisi tanaman ada yang mati atau rusak maka dilakukan penyulaman di lubang yang kosong tadi.

  1. Pemupukan

System pemupukan yang dilakukan adalah dengan system fertigasi yaitu kombinasi antara pemupukan sekaligus dengan irigasi. Nutrisi yang digunakan adalah pekatan A dan pekatan B (AB MIX). Untuk membuat nutrisi pekatan tadi harus diencerkan terlebih dahulu. Sebanyak 8 liter pekatan A dan pekatan 8 liter pekatan B dilarutkan ke dalam 1000 liter air untuk kemudian dimasukkan ke dalam bak nutrisi.

Air fertigasi diedarkan dengan pompa yang dipasang di dekat bak fertigasi dan disemprotkan ke deretan akar-akar yang menggantung pada bak-bak tanam secara bergantian dengan menggunakan timer. Timer inilah yang mengatur kapan dilakukan penyemprotan tentunya pengaturan kita harus kita sesuaikan dengan kebutuhan tanaman.

  1. Pemeliharaan

Tanaman yang sudah tumbuh dalam media dipelihara dengan baik. Tujuannya untuk menjaga kualitas, kuantitas dan kontinuitas dari sayuran yang dihasilkan sehingga layak dan sehat untuk dikonsumsi maupun untuk dijual dengan standart mutu dan harga tinggi.

Kegiatan pemeliharaan tanaman hidroponik ini meliputi: penyiangan, pembersihan lumut yang menempel pada Styrofoam serta pemeriksaan EC dan pH. Penyiangan dilakukan dengan mencabut tanaman lain berupa gulma yang secara tidak sengaja ikut dalam proses penanaman, termasuk membuang daun atau batang yang rusak atau berwarna tidak normal. Karena Styrofoam ini dialiri nutrisi, kalau kena sinar matahari biasanya tumbuh lumut, ini harus dibersihkan agar tidak menganggu proses produksi. EC dan pH meter diukur sesuai dengan standar kebutuhan tanaman untuk tanaman sayuran daun biasanya EC nya berkisar antara 1-1,5. Pengukuran EC dan pH menggunakan pH meter dan EC meter yang wajib dimiliki oleh pekebun hidroponik.

  1. Pengendalian HPT

Walaupun didalam greenhouse dengan atap plastic dan dinding screen tidak menutup kemungkinan tanaman kangkung dan bayam ini terserang hama dan Penyakit. Yang sering menyerang tanaman sayuran daun adalah: ulat, trips dan apids.

Cara penanganannya yaitu dengan membuang bagian daun yang terkena hama dan penyakit secara manual atau dengan mencuci tanaman setelah dipanen. Agar tidak terjadi kontaminasi pada tanaman yang lain.

Tingkat kerusakan akibat HPT pada budidaya tanaman secara hidroponik ini memang dapat diminimalisir karena tanaman telah dilindungi oleh adanya greenhouse dan telah dipasangi kain kassa/jaring (net) secara menyeluruh yang bisa mencegah masuknya hama dan penyakit serta mikroorganisme lain. Kalau sangat terpaksa sekali ya menggunakan pestisida kimia dengan dosis setengahnya. Tetapi pilihan bijaknya adalah dengan menggunakan pestisida nabati dengan memanfaatkan tumbuhan yang ada disekitar kita seperti bawang putih, mimba, dll agar sayuran yang kita produksi tetap aman dari serangan Hama dan penyakit tanaman sekaligus aman untuk dikosumsi.

  1. Pemanenan

Bayam dan kangkung bisa dipanen kalau sudah besar dan siap untuk dipasarkan. Untuk tanaman bayam umur 18-22 hst sudah siap ditanam. Tanaman kangkung bisa dipanen pada saat umur 15-17 hst. Tetapi jangan hanya berpedoman pada umur tanaman, tetapi lihat juga kondisi tanaman. Kalau umurnya lumayan tapi kondisinya kecil ya ditahan dulu sebentar agar pantas dijual dan diterima oleh konsumen. Kira-kira ketinggian tanaman adalah sekitar 40 cm dari akar.

Pada saat panen diusahakan pagi hari atau sore hari agar tanaman tidak stress. Dalam 1 m2 styrofoam bayam menghasilkan sekitar 2 kg berat bersih (BB), sedangkan dari 1 m2 styrofoam kangkung menghasilkan sekitar 1,6 kg berat bersih (BB). Untuk menjaga kontinuitas produksi yang menjadi syarat utama penjualan, maka harus dikondisikan sesuai permintaan per hari. Contoh untuk memenuhi permintaan distributor salah satu perusahaan HIdroponik di Bogor memanen sayuran sekitar 62 m2 sayuran per hari.

Hasil sayuran yang telah dipanen kemudian dibersihkan dari kotoran termasuk rockwool yang masih menempel, tetapi jangan dihilangkan semuanya, karena jika dibiarkan sedikit sayuran akan tahan lebih lama. Beberapa daun bagian bawah yang kecil dibuang. Daun-daun yang kuning, rusak dan terkena serangga dibuang. Sayuran juga harus seragam, maka sayuran yang terlalu kecil dan sayuran yang terlalu besar dipisahkan.

Setelah dibersihkan sayuran hidroponik ini kemudian dikemas dalam kemasan plastic yang sudah diberi label: nama perusahaan, berat bersih, dan jangan lupa diberi tulisan produk hidroponik. cara pengemasan yaitu: sayuran timbang seberat 250 gram (1/4 kg) kemudian dimasukkan plastic tebal, sayuran digulung dalam plastic tersebut kemudian dimasukkan dalam plastic, sehingga sayuran tertata rapi dalam plastic dan tidak rusak karena gesekan dengan plastic saat dimasukkan. Proses selanjutnya adalah disealer dengan menggunakan hand sealer.

Kemasan sayuran hidroponik sudah siap dipasarkan. Sebelum dipasarkan dalam masa tunggu ke supermarket atau hypermarket, sayuran didiamkan dalam suhu ruangan saja. Jangan dimasukkan dalam pendingin dahulu.

Leave a Reply

Kartono Net
Sugihwaras - Kalitengah - Lamongan Jawa Timur (62255)
Phone 082131369461
Copyright © 2016