Home » Hidroponik » Cara Pembibitan Tanaman Krisan

Cara Pembibitan Tanaman Krisan

May
07
2016
by : admin . Posted in : Hidroponik, Pertanian

Cara Pembibitan Tanaman Krisan

Bunga krisan sebenarnya bukan tanaman asli Indonesia. Tanaman ini diimpor dari  Belanda dan dikembangkan didaerah-daerah dataran tinggi di Indonesia, semisal di Puncak-Bogor atau di Batu Malang. Sebelum dikembangkan besar-besaran tanaman bunga krisan yang banyak digunakan sebagai bunga potong ini perlu dilakukan pembibitan terlebih dahulu. Jenis bibit krisan bisa dikembangkan dalam 2 produk bibit tanaman krisan yaitu yaitu bibit tanpa akar (Unrooted Cutting) dan bibit yang sudah berakar (Rooted Cutting).

cara pembibitan tanaman krisan

Bibit tanpa akar (Unrooted Cutting) biasanya diproduksi untuk diekspor ke Jepang, sedangkan bibit yang berakar (Rooted Cutting) diproduksi untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri. Bibit tanpa akar atau stek pucuk ini setelah dipanen diseleksi. Seleksi dilakukan pada beberapa hal antara lain panjang stek (harus tepat 5,5 cm) serta kebersihan stek. Stek harus bersih dari hama dan penyakit tanaman. Bibit yang lolos seleksi dikemas dengan menggunakan kertas koran kemudian dimasukkan ke dalam plastik transparan.

Bibit merupakan salah satu penentu keberhasilan suatu tanaman, bibit yang bagus adalah bibit yang memiliki penampilan dan perakaran yang bagus, selain itu juga memiliki vigor yang tinggi, sehingga bibit tersebut dapat ditanam pada kondisi sub optimum. Bibit tanaman krisan yang berasal dari stek pucuk terlebih dahulu diakarkan di rak persemaian di dalam ruang pembibitan ( Propagation Area). Pembibitan ini dilakukan selama 12-14 hari, teknik kegiatannya meliputi persiapan media, pemberian rooting promotor, penanaman stek pucuk, pemeliharaan, panen bibit, penyimpanan bibit dan pengemasan bibit.

Persiapan Media

            Media yang digunakan dalam pembibitan yaitu kokopit (sabut kelapa), tanah gambut (moss peat) dan arang sekam dengan perbandingan 1:1:4. Kokopit dan moss peat sebelum digunakan terlebih dahulu harus disterilkan dengan menggunakan steam yang bersuhu 80-90 oC selama 7 jam. Penyetrilan ini bertujuan untuk membunuh hama dan penyakit yang terdapat dalam media. Steam ini mempunyai kapasitas tampung 56 box dimana setiap box dapat memuat ± 7 kg media.

            Media yang telah disterilkan didinginkan terlebih dahulu setelah itu diletakkan di atas rak persemaian (beanch) yang berukuran panjang 4m, lebar 1,2m, dan tinggi 1m untuk dicampur dengan arang sekam. Pencampuran media dilakukan secara manual. Ketebalan media mencapai 5 cm. Media yang telah steril tersebut dapat digunakan sebanyak 3 kali, jika lebih dari 3 kali akan menimbulkan efek yang jelek pada perakaran bibit. Media yang telah dipakai sebanyak 3 kali ini tidak langsung dibuang tetapi dimanfaatkan untuk media bunga pot dan disterilkan terlebih dahulu.

 

Pemberian Rooting Promotor pada Stek Pucuk Krisan

            Rooting promotor adalah hormon tumbuh yang berfungsi memicu pertumbuhan akar pada tanaman, khususnya yang diperbanyak dengan cara vegetatif. Stek pucuk yang telah dipanen di bawa ke ruang quality control untuk diberi rooting promotor. Rooting promotor yang dipakai adalah Rootone F yang berbentuk bubuk/powder. Stek pucuk dirapikan terlebih dahulu pangkalnya dengan menggunakan gunting potong yang telah disterilkan dengan alkohol 70% kemudian dimasukkan ke dalam bubuk rooton F hingga merata. Stek pucuk yang telah diberi rootone bisa langsung di bawa ke ruang propagation.

Penanaman Stek Pucuk

            Media yang akan digunakan untuk penanaman terlebih dahulu disiram dengan air bernutrisi dengan menggunakan selang, hal ini bertujuan agar media menjadi lembut dan mempermudah dalam pembuatan lubang tanam. Adapun alat yang digunakan untuk membuat lubang tanam adalah tugal yang terbuat dari besi. Jarak tanam yaitu 4cm x 4cm. Bibit yang ditanam harus dalam posisi tegak lurus, karena bila posisi stek tidak tegak lurus kemungkinan besar bibit akan rebah saat bibit disiram, sehingga bibit tersebut membusuk. Penanaman yang baik adalah pada pagi hari atau sore hari agar stek tidak stres akibat panas. Kapasitas tanam dalam satu beanch yang berukuran 4m dan lebar 1,2m adalah 2800-3000 tanaman. Ruang propagation ini berfungsi untuk menumbuhkan akar dari hasil cutting Mother Plant hingga berbentuk rooted cutting yang siap untuk ditanam di lahan produksi.

 

Pemeliharaan

            Kegiatan yang dilakukan dalam pemeliharaan di pembibitan  antara lain : penyiraman, penyinaran, seleksi bibit dan pengendalian hama penyakit. Penyiraman di ruang propagation ini dilakukan setiap hari, karena media persemaian tidak boleh kering. Di dalam green house propagation juga dilengkapi dengan termometer yang berfungsi untuk mengukur suhu serta higrometer yang berfungsi mengukur kelembaban udara. Kelembaban green house propagation ini sekitar 85 % sedangkan suhunya 27oC. Pengukuran ini bertujuan untuk mengantisipasi agar tanaman tidak masuk fase generatif (pembungaan).

            Sistem irigasi yang ada di ruang propagation menggunakan sistem kabut. Penyiraman dilakukan tergantung pada cuaca. Pada saat musim kemarau pengkabutan dilakukan setiap jam selama 0,5 menit/blok green house untuk bibit yang belum berakar sedangkan untuk bibit yang berakar pengkabutan dilakukan tergantung pada kondisi tanaman, apabila tanaman terlihat layu maka dilakukan pengkabutan. Pada saat di ruang propagation bibit hanya disiram dengan air biasa, karena bila bibit disiram dengan menggunakan air + pupuk, pupuk akan bersifat toksik bagi tanaman.

            Penambahan cahaya di ruang pembibitan dimaksudkan agar bibit tidak berbunga selama masih di pembibitan. Penambahan cahaya dilakukan dengan sistem blok. Pada atap green house dipasang paranet yang bertujuan untuk mengatur pencahayaan pada siang hari. Apabila cuaca panas paranet ditutup untuk menghindari stres pada tanaman. Paranet dibuka apabila cuaca mendung sehingga tanaman mendapat cahaya yang cukup. Penyinaran tambahan pada ruang pembibitan diberikan sampai bibit siap pindah tanam ke lahan produksi. Tambahan cahaya diperoleh dari lampu pijar yang berdaya 100 watt dengan intensitas cahaya mencapai 70 lux. Jika cahaya kurang dari 70 lux maka tanaman akan mengalami inisiasi bunga sebelum waktunya. Jarak lampu ke tanaman 1,5m sedangkan jarak antar lampu 2,2m.

            Penyeleksian bibit dilakukan jika terlihat adanya serangan hama atau penyakit bibit tumbuh tidak normal. Tujuan penyeleksian ini yaitu agar bibit yang terkena hama atau penyakit tidak mnyerang dan menular ke bibit yang lain.

 

Pemanenan Bibit Tanaman Krisan 

            Pemanenan bibit tanaman krisan dilakukan setelah stek berumur 12-14 HST. Pemanenan dilakukan dengan mencabut bibit dari media kemudian dimasukkan ke dalam plastik transparan yang berlubang yang telah diberi label sesuai varietas. Setiap kantong berisi 26 bibit, 1 bibit sebagai bonus. Bibit krisan yang dipanen sebaiknya memenuhi kriteria  antara lain :

  1. Akar tumbuh baik, mengelilingi pangkal batang.
  2. Tidak ada bercak coklat pada pangkal batang yang disebabkan serangan bakteri atau cendawan.
  3. Daun bebas white rust.
  4. Daun bebas dari telur leaf miner.
  5. Pucuk bebas thrips.
  6. Daun normal, tidak inisiasi dan tidak etiolasi.
  7. Batang harus normal dan tegar.

Penyimpanan Bibit

            Bibit hasil panen disimpan di ruang Cool Room, sebelum bibit tersebut dipasarkan. Suhu dalam Cool Room ini antara 6-8 oC. Bibit dapat disimpan selama 2 minggu setelah panen. Bila lebih dari 2 minggu dan bibit tersebut belum terjual atau tidak ditanam oleh perusahaan maka bibit tersebut akan dibuang, karena sudah tidak mampu tumbuh dengan baik (viabilitasnya menurun). Cara penyimpanan bibit yaitu : bibit dari hasil panen yang telah dimasukkan ke dalam kantong plastik berlubang diletakkan dalam box. Setiap box memuat 32 kantong, di dalam box diberi kode-kode (berupa angka) untuk memudahkan di dalam peletakan box dan pencarian box saat akan mengemas bibit.

Pengemasan Bibit

            Bibit yang sudah dikemas dalam kantong plastik dikeluarkan dari Cool Room untuk dikemas ke dalam kardus. Satu kardus dapat berisi lebih dari satu jenis varietas bibit krisan, biasanya tergantung permintaan/pesanan pelanggan. Setiap kardus berisi 750 bibit atau memuat 30 kantong. Bibit ini dikirim ke daerah-daerah yang mengembangkan budidaya bunga krisan seperti; Surabaya, Semarang, Jember, Lampung dan Bogor. Penjualan bibit dilakukan dengan sistem yang disepakati oleh kedua belah fihak.

Tertarik mengembangkan usaha budidaya tanaman krisan???. Silahkan dimulai sekarang juga karena memang prospek usaha tanaman hias tidak ada matinya. Bahkan ada slogan “katakana cinta dengan bunga”, pilihan terhadap bunga krisan tentu tidak ada salahnya.

Leave a Reply

Kartono Net
Sugihwaras - Kalitengah - Lamongan Jawa Timur (62255)
Phone 082131369461
Copyright © 2016