Home » Hidroponik » greenhouse dan sistem irigasi tetes

greenhouse dan sistem irigasi tetes

Mar
22
2016
by : admin . Posted in : Hidroponik, Pertanian

GREENHOUSE DAN SISTEM IRIGASI TETES

 

Kalau anda ingin memulai bisnis atau budidaya tanaman secara hidroponik persyaratan utamanya harus mempunyai greenhouse dahulu. Bangunan greenhouse ini bisa kontruksi secara permanen maupun semi permanen, itu tidak jadi masalah serius. Yang penting bisa digunakan untuk melindungi tanaman dari siraman hujan langsung dan dari serangan hama dan penyakit tanaman. Untuk anda yang mau membudidayakan sayuran hidroponik dari jenis buah seperti tomat, paprika, cabe, dan lain-lain atau dari jenis buah seperti melon pilihan system irigasi tetes sangat dianjurkan. Untuk itu pembuatan instalasi dan irigasi tetes ini juga dapat dirancang bersamaan dengan pembangunan greenhouse. Tetapi untuk anda yang mau membudidayakan sayuran daun seperti kangkung, sawi, pak coy, bayam, dan lain-lain tidak memerlukan instalasi irigasi tetes, karena system yang digunakan adalah system aeroonik, substrat dan NFT.

greenhouse dan sistem irigasi tetes

 A. Bangunan Greenhouse (GH)

Greenhouse merupakan bangunan yang wajib ada untuk pelaksanaan budidaya secara hidroponik. fungsi Greenhouse ini sendiri adalah untuk menkondisikan sesuai dengan syarat tumbuh tanaman, melindungi tanaman dari siraman hujan langsung, mengurangi intensitas sinar UV dan juga melindungi tanaman dari serangan hama dan penyakit.

Adapun bagian-bagian Greenhouse adalah :

  1. Atap

Atap berfungsi untuk mencegah tanaman hidroponik terguyur air hujan. Air hujan berdampak kurang bagus karena bisa menyebabkan tanaman menjadi rentan terhadap serangan penyakit, selain itu air hujan juga dapat mencuci larutan nutrisi yang dialirkan ke polibag. Atap juga berfungsi melindungi tanaman dari angin dan sinar matahari yang terlalu panas serta mengatur kelembaban udara.

Atap Greenhouse diusahakan berbentuk piggy back. Type ini terdiri dari atap kecil dan atap besar. Diantara atap kecil dan besar berfungsi sebagai ventilasi untuk pengeluaran udara panas dalam Greenhouse. Type piggy back ini sangat cocok di Indonesia karena rata-rata suhu udara di Indonesia sangat panas sehingga sirkulasi udara dalam Greenhouse berjalan dengan baik dan terhindar dari suhu udara yang terlalu tinggi (panas).

Sebagai penutup atapnya digunakan plastik UV 14 % dengan ketebalan 200 mikron. Spesifikasi plastik yang dipilih ini adalah yang paling baik yang dijual di Indonesia. Untuk sekarang saja sangat sulit menemukan plastik UV 14% dengan ketebalan 200 mikron, yang ada dipasaran paling hanya sampai UV 12 %.. Plastik UV yang digunakan ini mempunyai daya tahan sampai 10 tahun, saya sendiri telah membuktikan ada bangunan yang sudah tahan selama 8 tahun dan masih bagus dan masih layak digunakan untuk beberapa tahun lagi. Plastik UV 14% ini harganya tergolong sangat mahal pada tahun 1998 saja sudah sekitar Rp 26.000/ kg, 1 kg luasnya 3 M2. Jika menggunakan plastik biasa harganya memang murah tapi daya tahannya hanya 5-6 bulan saja. Penggunaan plastik ini memiliki beberapa keunggulan :

  1. Ringan, sehingga kontruksi Greenhouse lebih ekonomis
  2. Tidak mudah pecah dan fleksibel, memudahkan pemasangan dan pemindahannya
  3. Harga lebih murah dibandingkan dengan menggunakan atap kaca
  4. Ketahanannya dapat dibuat sesuai dengan kebutuhan.
  5. Menyerap sinar UV berlebihan yang tidak menguntungkan bagi tanaman

Atap plastik UV pada waktu hujan kelembaban tinggi sehingga ditumbuhi lumut, adanya lumut ini akan mengurangi intensitas cahaya matahari yang masuk ke Greenhouse terutama pada cuaca mendung dan hujan. Untuk itu biasanya sebelum penanaman atap Greenhouse dicuci dengan menggunakan alat pel lantai.

  1. Lantai

Lantai yang baik untuk greenhouse yang standart terbuat dari plester semen. Lantai dibuat sedikit miring dan dibuat got kecil sepanjang 5 cm dengan kedalaman 2 cm. Untuk menempatkan polibag dibuat bedengan dengan ketinggian 5 cm dan lebar 80 cm untuk bedengan ditengah dan 40 cm untuk bedengan dipinggir. Got kecil berfungsi untuk jalur pembuangan kelebihan air dari kelebihan nutrisi sehingga kondisi lantai tetap kering. Kondisi lantai harus tetap dipertahankan kering sebab lantai yang basah dapat memicu berkembangnya pathogen.

Dengan lantai semen dapat mempertahan kondisi lantai tetap kering, tetapi kurang fleksibel karena hanya dapat digunakan untuk usaha hidroponik padahal pasar produk tertentu itu kadang jenuh. Menggunakan lantai tanah bisa lebih multifungsi, apabila mau berhidroponik tinggal membuat bedengan dan dipasang mulsa sebagai tempat untuk polibag dan apabila mau menanam yang lain contohnya krisan, maka tinggal mengolah tanah untuk media tanam.

  1. Dinding

       Dinding terbuat dari plastic UV dan lembaran kasa (screen). Screen yang digunakan berwarna hijau dan memiliki lebar 1 M sedangkan panjangnya tergantung kebutuhan. Screen sangat efektif mencegah penetrasi hama ke dalam Greenhouse. Namun, dinding screen juga menyulitkan serangga penyerbuk bunga ke dalam Greenhouse. Maka biasanya penyerbukan didalam Greenhouse dilakukan secara buatan dengan bantuan manusia.

  1.      Kerangka dan Pondasi

   Kerangka bangunan Greenhouse menggunakan besi dan pondasi terbuat dari semen dan batu. Kerangka besi ini akan bertahan sampai 25 tahun. Kontruksi dengan menggunakan kerangka besi memang sangat mahal tapi tahan lama dibandingkan kerangka bambu yang hanya dapat bertahan maksimal 5 tahun. Pada tahun 1998 greenhouse dengan kontruksi besi, lantai semen, atap plastik UV, dinding screen biaya yang dikeluarkan mencapai Rp. 400.000,-/M2.

B. Bangunan Pendukung

Greenhouse juga memiliki bangunan pendukung yang memiliki peranan penting dan sangat mendukung pelaksanaan proses produksi. Adapun bangunan pendukung tersebut yaitu :

  1.      Talang Air

Talang air berfungsi sebagai saluran pembuangan air dan penyambung antara Greenhouse, karena kontruksi bangunan Greenhouse antara unit satu dengan unit lainnya saling bersambung. Talang air ini dilengkapi dengan pipa PVC dengan jarak 4 meter. Pipa ini akan membantu mempercepat pembuangan air karena air akan cepat jatuh ke pipa dan meringankan beban talang dalam menampung air.

  1. Pintu Ganda

Tujuan pintu ganda adalah untuk meminimalisasi kontaminasi dari luar termasuk hama dan penyakit yang mungkin terbawa bersama masuknya karyawan ke dalam Greenhouse. Pintu ini terdiri dari 2 pintu yang arah bukanya sama dan ditengah-tengahnya terdapat kotak tempat busa yang diberi pestisida untuk sterilisasi alas kaki. Tetapi untuk saat ini jarang yang menerapkannya.

C. Sistem Irigasi Tetes

Untuk usaha hidroponik sayuran buah atau buah lebih efektif menggunakan sistem irigasi tetes (drip irrigation system) . Sistem irigasi tetes ini pada dasarnya adalah cara pemberian air pada tanaman secara langsung baik pada permukaan media tanam maupaun di bawah permukaan media tanam melalui tetesan-tetesan secara kontinu dan perlahan. Irigasi ini memberikan konsep kontinu dan lamban sehingga mampu menghemat air.

System irigasi tetes memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan apabila dibandingkan dengan system irigasi yang lain. Kelebihannya adalah meningkatkan nilai guna air, meningkatkan pertumbuhan tanaman dan hasil, meningkatkan efisiensi dan efektifitas pemberian pupuk dan bahan kimia, menekan pertumbuhan gulma, menhemat tenaga kerja dan memberikan kemudahan dalam operasional di lapangan. Sedangkan kekurangannya adalah penumpukan garam, membatasi pertumbuhan tanaman, membutuhkan investasi biaya dan teknik yang tinggi dan memerlukan perawatan yang intensif. Adapun penjelasan lengkap mengenai system irigasi tetes,yaitu :

  1. Sumber Air

Dalam usaha hidroponik peranan air sangat penting bagi tanaman. Fungsi air membantu penyerapan unsur hara, mengangkut hasil fotosintesis dari bawah ke seluruh bagian tanaman, melancarkan aerasi udara dan suplai oksigen dalam media tanam.

Air yang diberikan pada tanaman harus sesuai dengan kebutuhan tanaman. Apabila media tanam mengalami kekeurangan air akan menyebabkan aerasi udara dalam media jadi terganggu dan suplai oksigen dalam media tanam tidak lancar. Bila hal ini terjadi maka fungsi dan pertumbuhan akar akan terganggu dan perkembangan tanaman menjadi tertunda sehingga produksi akan menurun.

Air yang digunakan untuk hidroponik diusahakan berasal dari sumur bor (air tanah). Kualitas airnya sangat bagus, tidak kotor dan tidak berlimbah. Sumur bor dibuat dengan kedalaman tertentu sesuai daerah tempat budidaya.w

2. Kontruksi Jaringan Irigasi

Jaringan irigasi harus direncanakan sebaik mungkin sehingga pada saat produksi system irigasi berjalan dengan baik. Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan untuk membuat jaringan irigasi adalah sebagai berikut :

  1. Sumber air dan kapasitasnya
  2. Populasi tanaman yang akan diairi.
  3. Kekuatan mesin pompa
  4. Pipa dan pemasangannya

Jaringan irigasi tetes bersifat permanen dengan menggunakan system control untuk penyiraman. Berdasarkan kalkulasi biaya pembuatan jaringan irigasi tetes bisa mencapai 5 kali lipat bila dibandingkan dengan cara biasa.

Jaringan irigasi tetes terdiri dari tabung penampung air (tower air), Tabung larutan nutrisi, pompa, filter, pipa distribusi dan emitter. Untuk tabung nutrisi juga terdiri dari 3 tabung dengan volume total 9.000 liter. Dalam tabung nutrisi ini akan dilakukan pencampuran air dengan nutrisi sesuai dengan dosis pemakaian. Pompa air yang digunakan mempunyai kekuatan 3 PK yang akan dapat memberikan tekanan air sehingga dapat menyirami tanaman dengan rata. Apabila kekuatan pompa kecil kelemahannya tekanan air diujung pipa akan kecil, sehingga suplai nutrisi tidak mencukupi kebutuhan tanaman.

Filter terdiri dari 3 jenis yaitu disk filter 3” dan grafeel filter 1” yang dipasang di ruang control dan PRV yang dipasang setelah pipa utama ke pipa manifold. Filter ini berfungsi mencegah terjadinya penyumbatan distribusi larutan nutrisi yang disebabkan oleh kotoran atau penggumpalan nutrisi. Pipa saluran utama (main line) menggunakan pipa PVC 3” sepanjang 70 m, untuk pipa manifold dan pipa lateral menggunakan pipa jenis PE yang berwarna hitam seperti terlihat pada Gambar 9.

Emitter yang digunakan adalah regulating stick yang dipasang sesudah pipa spageti sepanjang 50 cm. Emiter berfungsi sebagai alat pengeluaran air pada system irigasi tetes, yang berguna untuk menurunkan tekanan air dan menyalurkan air mendekati jumlah kebutuhan tanaman. Setelah keluar dari penetes air menyebar kedalam profil media oleh gaya kapiler dan gravitasi.

  1. Pengoperasian dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi

Pengoperasian unit irigasi tetes ini hanya dua kali dalam sehari. Penyiraman untuk tanaman tomat dilakukan secara bergantian antara blok satu dengan blok yang lainnya. Penyiraman setiap pukul 10.00 pagi dan 13.00 siang.Adapun tahapan penyiraman tanaman hidroponik adalah :

  1. Mengisi air pada tabung nutrisi sampai volume tertentu kemudian ditambahkan larutan stok A dan B. Untuk fase generatif biasanya air 960 liter ditambah 20 liter stok A dan 20 liter stok B.
  2. Membuka kran pipa utama ke pipa manifold untuk blok tertentu.
  3. Menghidupkan pompa air kemudian membuka kran tabung nutrisi dan kran tabung udara.
  4. Pengontrolan Jaringan Irigasi khususnya pipa spageti dan emitter karena sering terjadi penyumbatan dan kebocoran, penyumbatan akan mengakibatkan tanaman kekurangan nutrisi, sedangkan kebocoran akan menyebabkan penurunan efisiensi dan effektifitas pemberian nutrisi ke tanaman.
  5. Jika pada blok tertentu sudah tersirami semua, dengan tanda air mengalir dari media yang berarti penyiraman sudah mencapai titik jenuh, maka kran pada blok yang sudah disirami ditutup dan pembukaan kran untuk menyirami blok yang lainnya.

Pemeliharaan jaringan irigasi dilakukan pada filter dan jaringan irigasi daerah pengeluaran larutan nutrisi (outlet). Karena filter berfungsi sebagai penyaring larutan nutrisi agar tidak ada kotoran dan gumpalan nutrisi yang terbawa, maka biasanya banyak kotoran yang menempel pada filter, maka filter harus dibersihkan dengan cara dibuka filternya kemudian dicuci dengan air bersih. Pembersihan filter dapat dilakukan satu bulan sekali.

Untuk pemeliharaan jaringan irigasi daerah pengeluaran larutan dilakukan satu kali dalam setiap periode tanam. Setelah pembongkaran tanaman pipa lateral dicabut dan dibersihkan diisi dengan air untuk mengontrol kelancaran aliran pada pipa, jika ada yang tersumbat maka segera dibersihkan, penyumbatan biasanya terjadi pada pipa spageti, untuk membersihkannya digunakan kawat yang dimasukkan kedalam lubang pipa untuk menghilangkan kristal garam yang menempel. Untuk membersihkan emitter dilakukan dengan cara direndam dengan larutan HCL 10% 1 cc/lt dan larutan Formalin 1 cc/lt.

satu komentar tentang “greenhouse dan sistem irigasi tetes”

  1. adi says:

    trima-kasih utk infonya yah…

Leave a Reply

Kartono Net
Sugihwaras - Kalitengah - Lamongan Jawa Timur (62255)
Phone 082131369461
Copyright © 2016