Home » Hidroponik » Hidroponik itu ternyata mudah dan murah

Hidroponik itu ternyata mudah dan murah

Mar
31
2016
by : admin . Posted in : Hidroponik, Pertanian

Hidroponik itu ternyata mudah dan murah

Kesan pertama saya terhadap hidroponik berbeda dengan kenyataannya sekarang ini. Dulu saya menganggap bahwa Menanam dengan system hidroponik ini sangat susah diusahakan, perlu modal besar, ekslusive, kualitas harus super, harga produk super mahal dan hanya kalangan menengah keatas saja yang bisa menikmati produk hidroponik. Kesan saya tersebut terpatahkan ketika saya mengetahui teknik budidaya hidroponik system sumbu atau wick system yang diterapkan oleh kelompok wanita tani Tunas Mandiri Desa Kalitengah Kecamatan Kalitengah Lamongan, ternyata hidroponik itu mudah ya… dan juga murah tentunya.

hidroponik murah dan mudah

Pada tahun 2006 Alhamdulillah saya berkesempatan mengikuti program pelatihan yang diadakan dikti dalam bidang Agriculture Enginering (keteknikan pertanian) di IPB Bogor. Salah satu materi yang diberikan adalah teknik budidaya tanaman secara Hidroponik. Kebetulan sekali dan ini yang saya syukuri sampai sekarang selain belajar teori tentang Teknik Hidroponik, saya langsung bisa magang di perusahan Hidroponik di daerah Cisarua Bogor. Perusahaan yang menjadi tempat magang saya ini pada waktu itu membudidayakan tomat Recento, Marta dan Cherry. Semua jenis tomat yang diusahakan termasuk jenis super. Contoh tomat recento ini berat satu buahnya bisa mencapai 150-200 gram loh, dan rasanya mak nyuss banget renyah dan banyak airnya. Pada saat masuk perusahaan Hidroponik tempat magang saya inilah yang kesan mewah pada hidroponik saya rasakan, bagaimana tidak perusahaan hidroponik ini dibangun dalam lahan seluas kurang lebih 1 Ha, dengan bangunan rumah kaca permanen yang tingginya sekitar 4-5 meter dengan desain greenhouse type atap piggy back. Belum lagi dilengkapi dengan system instalasi nutrisi secara otomatis. Teknik hidroponik disana menggunakan system irigasi tetes (drip irrigation).

Yang membuat saya terheran-heran lagi, tanaman tomat yang dibudidayakan secara hidroponik panjang batangnya bisa mencapai 15 meter. Coba bayangkankan kalau batang tomat ini berdiri mungkin sama tingginya dengan pohon bambu. Tapi bagian batang daun yang produktif dipelihara hanya sekitar 1-1,5 m saja. Tomat hidroponik ini juga bisa berproduksi dalam waktu yang lama sekitar 4 sampai 5 bulan dari awal produksi. Wah-wah andaikan tomat yang dibudidayakan di tanah bisa produksi selama itu pastinya mantap, Sekali tanam panen berbulan-bulan apalagi tomat harganya mencapai Rp. 10.000,- banyak sekali keuntungan yang didapatkan.

Saya vacuum di dunia hidroponik sekitar 10 tahun, baru sekitar tahun 2015 bergabung dengan group hidroponik di media social, awalnya bergabung di group Komunitas hidroponik Surabaya, kemudian bergabung dengan group Komunitas Hidroponik Bali dan terakhir Group Komunitas Hidroponik Lamongan (Kohila), walaupun sih gak seberapa aktif di group. Dari komunitas-komunitas hidroponik inilah muncul kesemangatan dan mendapatkan ilmu yang banyak tentang hidroponik. dari beberapa informasi anggota group inilah baru saya mengerti ..oohhh…Ternyata hidroponik itu mudah dan murah ya.

Kenapa hidroponik dikatakan mudah dan murah?.

  1. Paket Nutrisi sudah tersedia, tidak susah-susah meracik AB Mix sendiri, tinggal beli di pasaran dicampur dengan air dengan dosis sesuai anjuran tentunya kita sudah bisa memulai budidaya hidroponik. Harganutrisi hidroponik ini pun tergolong murah, kalau kita gunakan rumus 5:5:1 larutan pekat nutrisi AB Mix 5 cc A dan 5 cc B bisa kita encerkan dengan 1 liter air. Kalau kita menggunakan system sumbu dengan media botol mineral bekas sampai panen hanya butuh sekitar sekitar 1-2 liter saja. Hemat khan !!!.
  2. Bahan dan Media bisa memanfaatkan barang bekas yang ada disekitar kita. Untuk wadah kita bisa mendaur ulang botol bekas air mineral 1500 ml, box anggur, talang bekas, bahkan panci bekas pun bisa kita gunakan. Untuk media tanam kita bisa menggunakan arang sekam, batu krikil, spon bekas, sabut kelapa, dan banyak lagi yang lainnya. Tentunya itu bisa kita dapatkan dengan gratis, kalau terpaksa beli ya harganya pasti murah, karena termasuk limbah rumah tangga, limbah pasar atau limbah pertanian.
  3. Banyak system yang bisa kita pilih tergantung kapasitas budidaya dan kecukupan dana kita. Untuk pemula saya sarankan untuk memakai system sumbu (wick system), inilah system hidroponik yang paling mudah menurut saya. Hanya dengan media sabut kelapa atau arang sekam dengan diberi sumbu dan wadah nutrisi tertutup kita sudah berhidroponik.
  4. Bisa diusahakan dilahan sempit, mau mulai berkebun hidroponik tidak harus mempunyai greenhouse yang besar kok. kita bisa memulai menanam hidroponik dipekarangan rumah kita dengan membuat greenhouse kecil-kecil yang penting syarat utamanya dipenuhi yaitu tidak boleh terkena air hujan dan mendapatkan sinar matahari bebas. Tapi sediakan paranet hitam ya kalau terlalu panas agar tidak layu.
  5. Mudahnya mendapatkan ilmu hidroponik, apabila terjadi permasalahan pada kebun hidroponik, kita bisa sharing dengan teman-teman di group sosmed yang ada, gratis kok, kecuali kalau kita mau menimbah ilmu khusus ya kita bisa mengikuti pelatihan-pelatihan yang diadakan oleh komunitas hidroponik. apabila ada masalah pada tanaman kita, kita foto kondisi tanamannya, kita upload di group, nanti akan dibantu penyelesainnnya oleh pakar-pakar dan ahli-ahli dalam group.

Oke kalau tadi saya uraikan masalah mudah dan murahnya berkebun hidroponik, sekarang akan kita kupas tentang system yang paling mudah dan murah untuk diterapkan. Ya system sumbu atau wick system. Sistem Sumbu atau dikenal dengan wick system seperti yang saya katakan sebelumnya adalah system yang sangat sangat mudah dan murah, bagaimana tidak menanam hidroponik system ini bisa menggunakan botol mineral bekas, sterofom bekas wadah anggur, bahkan bisa menggunakan wadah bekas pop mie. Berikut saya berikan cara sederhana membuat hidroponik dari bahan bekas yang di daur ulang.

  1. Hidroponik dari botol mineral ukuran 1500 ml
  • potong 1/3 bagian atas botol (tutup jangan dibuang)
  • balik bagian atas botol, buat lubang pinggir kiri dan kanan, masukkan sumbu dari kain flannel selebar 1,5 – 2 cm, panjang kain flannel sesuaikan dengan ketinggian botol, yang penting terendam air nutrisi nantinya.
  • Masukkan media tanam berupa sabut kelapa atau arang sekam, kemudian siram dengan nutrisi sampai semua media basah.
  • Masukkan nutrisi dalam botol bagian bawah secukupnya ya jangan penuh penuh, kalau berkurang nanti tinggal ditambahi saja.
  • Masukkan bibit tanaman yang anda sukai bisa kangkung, atau sawi
  • Silahkan dicoba.
  1. Hidroponik dari sterofoam bekas wadah anggur
  • Lubangi bagian tutup sterofoam sesuai ukuran gelas jelly 50 ml (bisa muat 4-5 lubang tanam)
  • Masukkan sumbu kain flannel pada gelas jelly 50 ml
  • Masukkan media tanam berupa sabut kelapa atau arang sekam, kemudian siram dengan nutrisi sampai semua media basah.
  • Masukkan nutrisi dalam wadah bagian bawah, secukupnya ya jangan sampai penuh, kalau berkurang nanti tinggal ditambahi saja.
  • Masukkan bibit tanaman yang anda sukai bisa kangkung, sawi atau yang lain.
  • Silahkan dicoba.
  1. Hidroponik dari sterofoam bekas pop mie
  • Lubangi sterofoam sebagai tutup sesuai ukuran gelas jelly 50 ml (hanya muat 1 lubang tanam)
  • Masukkan sumbu kain flannel pada gelas jelly 50 ml
  • Masukkan media tanam berupa sabut kelapa atau arang sekam, kemudian siram dengan nutrisi sampai semua media basah.
  • Masukkan nutrisi dalam wadah bagian bawah, secukupnya ya jangan sampai penuh, kalau berkurang nanti tinggal ditambahi saja.
  • Masukkan bibit tanaman yang anda sukai bisa kangkung, sawi atau yang lain.
  • Silahkan dicoba.

Oke anda pasti sudah faham khan tentang cara budidaya system hidroponik yang mudah dan murah?. Dalam mengawali budidaya hidroponik tidak harus punya biaya yang besar. Katakanlah dengan uang Rp. 100.000,- bahkan kurang kita bisa memulai budidaya tanaman dengan teknologi modern ini. Kuncinya hanya pada diri kita sendiri, harus semangat, tidak mudah menyerah, selalu belajar dan belajar hidroponik, senang melakukan inovasi dan berani mencoba. bila gagal mencoba lagi, bila gagalmencoba lagi, bila gagal mencoba lagi sampai berhasil. Seperti judul buku yang sering saya baca “ dare to fail” yang artinya berani gagal. Banyak orang yang berani menghadapi keberhasilan, tetapi sedikit sekali orang yang berani menghadapi kegagalan.

Hidroponik ini bisa menjadi solusi dari permasalahan pertanian sekarang ini seperti berkurangnya lahan pertanian. Banyak lahan yang subur dan produktif yang sudah beralihfungsi menjadi pabrik dan perumahan. Di Pulau Jawa program ekstensifikasi kecil kemungkinannya, yang bereluang besar adalah proram intensifikasi. Salah satu upaya intensifikasi yang bisa dicapai adalah budidaya pertanian dengan system hidroponik. Tetapi permasalahannya hanya produk-produk tertentu saja yang bisa dibudidayakan dengan system hidroponik. Selama ini yang sudah dicoba ditanam dengan system hidroponik masih sebatas tanaman hortikultura seperti: sayuran daun (sawi, selada, kangkung, bayam, dll), Sayuran buah (tomat, cabai, terong, dll), sayuran bunga (Bunga kol, brokoli, dll) dan buah (melon, semangka, strawberry, dll). Untuk tanaman pangan belum ada yang yang membudidayakan secara besar-besaran, kalau skala uji coba sih sudah ada.

Kalau sudah dapat melakukan budidaya tanaman secara hidroponik, tantangan ke depan yang dihadapi adalah pemasaran hidroponik. Kualitas yang prima dari hidroponik ini menjadi daya tarik yang tidak bisa ditolak oleh konsumen, hanya saja kita harus bisa memberikan harga yang murah. Kualitas oke, harga sudah murah, tinggal perlu promosi insaAlloh produk hidroponik ini akan diminati oleh konsumen dari segala lapisan masyarakat Indonesia.

Leave a Reply

Kartono Net
Sugihwaras - Kalitengah - Lamongan Jawa Timur (62255)
Phone 082131369461
Copyright © 2016