Home » Pertanian » Mendidik Generasi Petani yang Handal sejak dini

Mendidik Generasi Petani yang Handal sejak dini

Dec
10
2017
by : admin . Posted in : Pertanian, Umum, Wisata

Mendidik Generasi Petani yang  Handal sejak dini

Kartono.net – Kali ini saya akan mengutarakan kegelisahan hati saya tentang pandangan generasi kita terhadap dunia pertanian. yang masih memandang rendah profesi petani dan tidak menghargai petani. Saya sendiri anak petani yang dihidupi dari hasil tani, yang disekolahkan dengan menjual hasil tani dan hasil ternak, sampai menjadi Sarjana Teknologi Pertanian pun dari hasil pertanian. Terima kasih kepada orang tua saya. Saya anak petani dan bangga menjadi petani dan saya akan mendidik anak-anak saya menjadi petani yang handal.

Generasi penerus sekarang ini jangan hanya diberikan nasi satu piring yang siap santap saja, tetapi kita harus menunjukkan bagaimana sih jerih payah petani dalam menanamnya.  Karena anak-anak sekarang ini lebih paham dan mengerti tentang dunia luas yang universal, game pokemon go yang mendunia, lihat vidio youtube, ngerti cara merakit komputer canggih bahkan bisa membuat robot. Tetapi ketika kita tanya ngerti gak cara menghasilkan 1 piring nasi, mereka menjawab tidak mengerti. Bahkan ada yang tidak mengerti tanaman padi, sungguh ironis generasi kita ini, padahal lahir dan besar di negara Agraris Indonesia tercinta. makanya perlu mendidik generasi petani yang handal sejak dini.

generasi tani handal 1

Ya .. mau tidak mau kita harus berupaya  generasi kita jangan sampai  buta masalah pertanian, mereka  harus tahu secara detail proses budidaya padi dari benih sampai menjadi beras, tahu betul proses dari 1 biji jangung tumbuh besar menjadi 1 tongkol jagung.  Memberikan pengetahuan umum tentang padi 1 Ha menghasilkan sekitar 7 ton Gabah, memberikan pengetahuan jenis pupuk, memberikan pengetahuan tentang cara menanam, dan lain sebagainya. Mulai kapan itu dilakukan ya??? Kalau bisa sejak usia dini yaitu usia PAUD dan TK. Pendidikan ini harus diberikan dengan praktek langsung ke lapangan. Seperti kunjungan ke kebun hidroponik, belajar tanam padi, ikut membajak sawah, bermain dilumpur, dsb.

Apakah memberikan pendidikan pertanian sejak usia dini pada anak-anak kita berarti mendidik anak kita untuk menjadi petani pelaksana, yang hanya bisa menggarap sawah, membajak sawah, mencangkul saja??? Tentu tidak. Kita mendidik generasi kita tentang cara bertani agar tahu proses yang sebenarnya dalam bertani  dan bisa menghargai jerih payah petani dalam menghasilkan 1 ton gabahnya.  Selain itu Indonesia ini perlu generasi petani yang bangga menjadi petani dan hobby dalam bertani. Indonesia sangat butuh petani handal yang bisa mengolah lahan luas Indonesia yang terbentang dari sabang sampai merauke. Indonesia butuh petani muda  yang berbakat yang selalu berinovasi dalam upaya menghasilkan produksi padi yang tinggi sehingga Indonesia tidak terkena rawan pangan seperti yang dilanda oleh negara-negara lain. Sekali lagi Indonesia ini negara Agraris, kita harus malu kalau masih mengimpor bahan pangan dari negara lain, kita harus malu beras saja masih impor dari vietnam. Kita punya lahan pertanian luas yang  berpotensi besar  menjaga kedaulatan pangan nasional, bahkan menuju swasembada pangan.

generasi tani handal

Pernah denger gak orang tua  kita ada yang bilang “ le seng mangan sego entekno, cek e pitik e gak mati”, “nak kalau makan nasi habiskan ya, biar ayamnya tidak mati”. Ya memang kalau dinalar tidak ada hubungannya antara makan nasi sampai habis dengan ayam. Tetapi ini merupakan suatu pengajaran dari orang tua kita agar menghargai 1 butir nasi yang didapatkan dari proses panjang selama 3 bulan. Menghargai suatu perjuangan petani yang menanamnya dengan susah payah.

Mendidik generasi petani yang handal sejak dini sangat penting. Pendidikan bertani yang kita berikan kepada generasi kita tidak sekedar bagaimana cara budidaya padi yang baik, cara budidaya jagung yang baik, cara memupuk, cara mengendalikan hama dan penyakit tanaman saja . tetapi kita juga harus memberikan pengetahuan dan falsafah tentang padi dan tanaman lain.

Contoh tanaman padi. Banyak sekali pendidikan yang bisa kita petik dari 1 rumpun tanaman padi. Seperti yang diterangkan dalam surat Al Baqoroh ayat 261 Alloh SWT mengambarkan orang yang infaq/Shodaqoh ibarat orang menanam biji-bijian (gandung/padi) yang mempunyai 7 cabang/ batang  yang masing-masing cabang/batang tersebut terdapat 100 biji-bijian.  Berarti 1 biji bisa berkembang menjadi 700 biji.  Inilah ayat Alloh dalam Al Qur’an yang mengambarkan persis perkembangan tanaman dari 1 biji-bijian. Sebagai perumpamaan besarnya pahala orang yang mau infaq/shodaqoh yang aan dilipatgandakan menjadi 700 kali lipatan.

Ada lagi pepatah yang mengatakan” jadilah seperti padi yang semakin tua semakin berisi, semakin  menunduk”.  Ini merupakan pepatah yang mengisaratkan bahwa manusia itu tidak boleh sombong, walaupun ilmunya tinggi harus semakin merendah tidak sombong.

Semoga kedepan dengan mendidik generasi petani yang handal sejak dini muncul generasi-generasi tani yang handal yang mampu menyelesaikan segala persoalan pertanian secara bijaksana dan mampu meningkatkan taraf hidup petani di Indonesia. Hidup petani Indonesia….

 

Leave a Reply

Kartono Net
Sugihwaras - Kalitengah - Lamongan Jawa Timur (62255)
Phone 082131369461
Copyright © 2016